This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label ui. Show all posts
Showing posts with label ui. Show all posts

Tuesday, 24 September 2013

Pengumpulan PKM Maba 2013

Berikut akan diumumkan beberapa hal terkait pengumpulan karya PKM dan penilaian :

1. Karya PKM Maba dapat dikumpulkan dalam rentang waktu 23 September 2013 pk. 00.00 s/d 29 September pk. 23.59 wib

2. Karya PKM dikumpulkan dalam bentuk softcopy file yang dikirimkan ke plato.hmgui@gmail.com, ppaaikmfmipaui@gmail.com dan database.pkmipa2013@gmail.com

3. Softcopy file yang diterima hanyalah softcopy dengan format .pdf

4. Mohon dicatat bahwa panitia PPAA TIDAK MENERIMA format file lain seperti .zip, .rar, .doc, dan lain-lain. Untuk itu dihimbau tim PKM menyatukan semua lembar dalam karya PKM dengan aplikasi penyatu pdf/word yang tersedia online (Mentor diharapkan membimbing kelompoknya yang belum mengerti)

5. Panitia hanya menerima 1 berkas .pdf atau 1 attachment dalam 1 email

6. Subject email untuk pengiriman karya PKM adalah : (Kode Kelompok) (Jenis PKM). Misalnya : BO190 PKM-P ; FS200 PKM-T ; dll

7. Lembar penilaian oleh Mentor PKM harus diserahkan dalam rentang waktu 30 September - 2 Oktober 2013 pk. 21.00 wib ke alamat email yang sama

8. Subject email untuk pengiriman Lembar Penilaian yaitu : (NILAI) (Kode Kelompok). Misalnya : NILAI BO190 ; NILAI FS200 ; dll

9. Mentor diperkenankan untuk memberitahukan informasi ini kepada anggota tim nya.

Sunday, 22 September 2013

Panduan PKM 2013

Berikut link download Panduan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2013. Semoga bermanfaat.
http://www.4shared.com/office/PFperyfk/Panduan-PKM-Tahun-2013.html

Saturday, 31 August 2013

Daftar Kelompok PKM Geo 2013

Daftar kelompok dan mentor PKM Maba Geografi 2013 dapat diunduh di link (revisi) berikut:
http://www.4shared.com/folder/9wcceljK/PKM_Maba_Geo_2013.html

Bagi tiap-tiap kelompok, diharapkan segera menghubungi mentor masing-masing. Akan ada pertemuan formal maba dan mentor pada acara PSADG 2013 pada Jumat, 6 September 2013, di Lt 4 Gd Geografi. Saat pertemuan tersebut, setiap kelompok diharapkan sudah menentukan jenis PKM yang akan dibuat beserta rancangan judul PKMnya. Jika kontak mentor yang tercantum pada dokumen tersebut tidak aktif atau tidak bisa dihubungi, silakan mengontak CP PKM Geo: Rio Trimono (085775937733). Terima kasih.

Wednesday, 28 August 2013

Sedikit tentang Maba dan Program Kreativitas Mahasiswa

Hampir semua Maba UI pada awal masuknya akan diperkenalkan dengan namanya Program Kreativitas Mahasiswa. Apasih PKM itu? Wajibkah bagi mahassiwa baru? Kenapa harus bikin PKM? Nah, kali ini PLATO akan share sebuah tulisan tentang maba dan PKM. Selamat menyimak.
PKM dan Tujuannya
PKM merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan Pengabdiankepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu peserta didik(mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memilikikemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkandan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian serta memperkayabudaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, yaitu setelah dilaksanakannyaprogram restrukturisasi di lingkungan Ditjen Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif mahasiswa,diintegrasikan ke dalam satu wahana yaitu PKM. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf pencerahan kreativitasdan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi serta keimanan yang tinggi. Dalamrangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun mengembangkan kemandirian melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Jenis-jenis PKM
Jenis PKM
Penjelasan Umum
PKM-P
(Penelitian)
merupakan program penelitian yang bertujuan antara lain: untuk mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia di dalam tanaman, menguji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan teknik pemasaran, survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di siswa sekolah dasar, laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan Kasongan, faktor penyebab tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat Jawa dan lain lain kegiatan yang memiliki tujuan semacam itu.
PKM-K
(Kewirausahaan)
merupakan program pengembangan ketrampilan mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakansalah satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun mitra lainnya.
PKM-M
(Pengabdian Masyarakat)
merupakan program bantuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat, sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik formal maupun non-formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif. Disyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
PKM-T
(Penerapan Teknologi)
merupakan program bantuan teknologi (mutu bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan limbah, sistem jaminan mutu dan lain-lain) atau manajemen (pemasaran, pembukuan, status usaha dan lain-lain) atau lainnya bagi industri berskala mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil atau koperasi) dan menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif. PKM-T mewajibkan mahasiswa bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKM-T merupakan solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan demikian, di dalam usul program harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra.
PKM-KC
(Karsa Cipta)
merupakan program penciptaan yang didasari atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
PKM-AI
(Artikel Ilmiah)
merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan, penelitian atau pengabdiankepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri (misalnya studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain).
PKM-GT
(Gagasan Tertulis)
merupakan program penulisan artikel ilmiah yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada di masyarakat dan memerlukan solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.

Apa itu PIMNAS?
PIMNAS merupakan singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Sesuai namanya, PIMNAS adalah ajang kompetisi berskala nasional dimana para mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia unjuk kemampuan intelektual dan kreativitas dalam bentuk pembuatan PKM.
Performa UI di PIMNAS
Sangat disayangkan, kontribusi UI di PIMNAS sangat rendah. Pada PIMNAS sebelumnya, kontingen UI di PIMNAS sangat kalah jumlah dibandingkan dengan kontingen dari universitas-universitas lain. Tak hanya itu, UI juga belum pernah menjuarai kompetisi yang sangat bergengsi ini. Hal ini mengindikasi rendahnya minat mahasiswa UI untuk menuangkan kemampuan intelektual dan kreativitasnya dalam bentuk karya ilmiah.
Kebijakan alur PPAA
Kewajiban untuk membuat PKM bagi mahasiswa baru (PKM maba) di FMIPA UI telah menjadi agenda tahunan semenjak tahun 2011 hingga sekarang. PKM maba yang menjadi salah satu bagian dari alur PPAA FMIPA UI juga berpengaruh pada PPAA tingkat departemen, khususnya di departemen Geografi. PPAA di Geografi dikenal dengan sebutan SIG (Studium Internal Geografi). (af)

Sunday, 18 August 2013

Klinik IRS (Part 2)

Gimana rencana studi teman-teman? Sudah nentuin mau ngambil matkul apa aja di semester-semester depan? Well, kali ini Plato akan share tentang sebaran mata kuliah term 6 – term 8 menurut kurikulum 2012. Semoga bermanfaat.

Semester 6
Mata Kuliah
SKS
Kuliah Kerja Lapang 3
3
Isu-isu Pembangunan
2
Geografi Regional Indonesia
4


Jumlah
9


Pilihan

Evaluasi dan Konservasi Sumber Daya Air
2
Klimatologi Perkotaan
2
Geografi Pantai
2
Bentang Alam Karst
2
Geomorfologi Fluvial
2
Dinamika Biogeofisik DAS
2
Topik Penelitian Geografi Fisik
2
Pemetaan GPS
2
Perancangan Program Aplikasi SIG
2
Aplikasi SIG 1
2
Topik Penelitian SIG/PJ
2
Geografi Kesehatan
2
Geografi Transportasi
2
Keputusan Lokasi Industri
2
Ekonomi Makro Spasial
2
Geografi Pertanian
2
Geografi Pemasaran
2
Geografi Pariwisata
2
Topik Penelitian Geografi Manusia
2


Jumlah
12
Jumlah SKS Semester 6
21


Semester 7
Mata Kuliah
SKS
Seminar Penelitian Geografi
2
Pembangunan Wilayah
3


Jumlah
5


Pilihan

Fenomena dan Dampak Perubahan Iklim

Geografi Pesisir

Kerentanan Bencana Alam

Perancangan WebGIS
2
Aplikasi SIG 2
2
Penginderaan Jauh dan Sumber Daya Laut
2
Keputusan Lokasi Properti
2
Geografi Regional Asia
2
Geografi Regional Australia
2
Perilaku Keruangan
2
Geografi Inovasi
2
Geografi Energi
2
Ruang, Teritorialitas, dan Kekuasaan
2
Kajian Geografi Stratejik
2
Migrasi, Urbanisasi, dan Industrialisasi Dunia Ketiga
2
Geografi Pembangunan
2


Jumlah
10
Jumlah SKS Semester 7
15

Semester 8
Mata Kuliah
SKS
Skripsi
6




Jumlah SKS Semester 8
6


Saturday, 17 August 2013

Geografi Masuk 10 Jurusan Yang Paling Diminati

Ternyata Geografi Masuk 10 Jurusan Yang Paling Diminati Versi Kompas.com



KOMPAS.com - Bagi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi pasti tidak ingin salah langkah dengan memilih jurusan nantinya. Ada baiknya untuk mengintip 10 jurusan yang dicatat oleh QS Top Universities belakangan ini. Sepuluh jurusan ini diketahui banyak dilirik oleh lulusan sekolah menengah atas saat akan meneruskan pendidikan.


Berikut 10 jurusan tersebut:

1. Kedokteran
Peringkat pertama dipegang oleh jurusan kedokteran. Hal ini tentu saja tidak mengejutkan karena bidang ini terbilang cukup stabil dan permintaan untuk tenaga medis cukup banyak. Nah, bagi yang ingin memilih jurusan ini tentu harus mempersiapkan diri dengan baik karena persaingannya sangat ketat. Kemudian jangan lupa juga untuk memilih universitas yang memiliki jurusan kedokteran berkualitas.

2. Ilmu Komputer
Jurusan ini menempati posisi kedua setelah kedokteran. Tentu saja, karena perkembangan teknologi saat ini cukup pesat sehingga orang-orang yang memiliki kemampuan ini sangat dicari. Yang membuat jurusan ini menjadi pilihan, lulusan dari jurusan ini berkesempatan memperoleh pekerjaan dengan bayaran yang tinggi.

3. Hukum
Seperti jurusan kedokteran, jurusan ini merupakan salah satu subjek yang menerima banyak permintaan lulusan baru yang memiliki reputasi bagus. Namun tentu saja, untuk sukses di bidang hukum ini tidak boleh asal memilih universitas yang menawarkan jurusan hukum.

4. Ekonomi
Untuk jurusan non-eksakta, Ekonomi menduduki peringkat kedua setelah hukum. Meski lulusan yang berasal dari bidang ini cukup banyak, permintaan perusahaan tetap tinggi. Tujuan anak-anak yang memilih jurusan ini tentu saja agar mudah mendapatkan pekerjaan setelah selesai melanjutkan pendidikan tinggi.

5. Teknik Mesin
Jurusan ini banyak dilirik oleh anak-anak yang baru saja lulus SMA karena menawarkan pekerjaan dengan honor tinggi. Meski persaingan untuk masuk ke jurusan ini terbilang sulit, tapi minat untuk masuk jurusan ini tetap saja tinggi. Untuk itu, bagi yang berminat bisa menyiapkan diri saat ini.

6. Psikologi
Selain jurusan kedokteran, ada satu jurusan yang tidak berbeda jauh yaitu jurusan psikologi. Jurusan ini selalu masuk dalam 10 jurusan terpopuler di Inggris dan bahkan dunia. Hal ini terbukti dengan banyaknya minat anak-anak yang lulus SMA memilih jurusan psikologi sebagai pendidikan lanjutan.

7. Teknik Elektro
Untuk bidang teknik, jurusan teknik elektro menjadi jurusan kedua yang paling banyak diminati setelah teknik mesin. Jurusan ini terbilang unik karena menawarkan lahan kerja yang sangat disukai anak-anak masa kini yang senang dengan teknologi atau gadget.

8. Matematika
Jurusan selanjutnya adalah matematika. Meski ilmu ini adalah ilmu dasar, permintaan akan ahli matematika tetap saja tinggi. Pasalnya, ahli matematika saat ini memiliki lahan kerja yang sangat luas dibandingkan jurusan lain.

9. Fisika
Tidak berbeda jauh dengan jurusan matematika, jurusan fisika juga banyak diminati. Uniknya, minat di jurusan fisika ini meningkat karena banyaknya film bertema science seperti The Big Bang Theory membuat anak-anak muda berubah pikiran bahwa menjadi ilmuwan ternyata keren.

10. Geografi
Jurusan yang terakhir ini baru-baru saja banyak diminati yaitu jurusan geografi. Mempelajari ilmu ini banyak dibilang orang membosankan tapi karena banyaknya permintaan terhadap ahli geografi maka jurusan ini menjadi satu yang diminati.

Instanisme

Isu Kenaikan Harga BBM
Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi sorotan masyarakat dan kerap kali menimbulkan banyak pergolakan. Selain karena menyangkut hajat hidup orang banyak, isu kenaikan harga BBM ini selalu diidentikan dengan unsur-unsur politis. Terhitung sejak tahun 1980 sampai 2013, sejarah kenaikan Harga BBM Premium di Indonesia terjadi sebanyak 9 kali. Sementara untuk penurunan Harga BBM Premium terjadi sebanyak 3 kali. Masing- masing pada tahun 2000 Rp 1.550, Tahun 2008 Rp 5.500 dan Rp 5.000, serta tahun 2009 Rp 4.500. Selama 23 tahun terakhir harga terendah BBM Premium adalah Rp 150 di tahun 1980 dan harga tertinggi Rp 6.000 di tahun 2008.[1]
Sejarah kenaikan harga BBM tersebut selalu diiringi dengan ragam pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat. Masing-masing pihak yang berkepentingan saling melempar argumen dan membuat isu semakin memanas di masyarakat. Kondisi ini sering kali menyebabkan harga BBM justru lebih dahulu mengalami kenaikan sebelum benar-benar ada putusan dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Praktek-praktek kecurangan juga biasanya turut mewarnai masa-masa peralihan harga BBM. Mulai dari penimbunan skala kecil sampai penyelundupan BBM oplos menambah pelik persoalan energi bangsa ini.
Wacana kenaikan harga BBM yang selalu muncul saat harga minyak mentah dunia meroket acap kali memicu banyak perdebatan. Atas nama inflasi dan rakyat miskin, sejumlah kalangan, termasuk mayoritas anggota DPR, menolak keras kenaikan harga BBM. Mereka khawatir, kenaikan harga BBM akan memicu inflasi tinggi dan kemudian akan menyengsarakan rakyat miskin, melahirkan orang miskin baru, mendorong pemutusan hubungan kerja (PHK), dan mengganggu stabilitas ekonomi makro. Kenaikan harga BBM juga kerap mendorong aksi demonstrasi yang biasanya disusupi oleh berbagai kepentingan politik. Hal ini pula yang terjadi ketika pada bulan April lalu pemerintah kembali mengeluarkan wacana kenaikan harga BBM.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memprediksi, asumsi inflasi 2013 yang ditetapkan pemerintah sebesar 4,9% akan meleset karena belum memasukkan dampak kenaikan tarif listrik. Kenaikan tarif listrik sebesar 15% akan menyebabkan tambahan inflasi sebesar 0,25% hingga 0,3%.[2] Jika kemudian terjadi kenaikan harga BBM, tentu jumlah inflasi tersebut akan semakin meningkat. Meskipun demikian Darmin mengatakan, kenaikan harga BBM kemungkinan tidak dapat dihindari. Meski begitu, pemerintah hendaknya menaikkan harga BBM secara bertahap dan konsisten.
Lonjakan konsumsi BBM yang mencapai 18% dari total volume konsumsi yang dipatok, yakni sebesar 40 juta kiloliter menjadi salah satu alasan utama pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Untuk menekan lonjakan tersebut pemerintah menekankan perlunya kenaikan harga, karena jika jumlah konsumsi tidak ditekan, cadangan risiko volume konsumsi BBM bisa mencapai Rp 24,6 triliun. Jika angka ini ditambah dengan subsidi BBM sebesar Rp 178 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko energi Rp 23 triliun, maka total beban subsidi yang ditanggung negara mencapai Rp 290,6 triliun, atau sebanding dengan 20 persen dari anggaran negara.[3]

Kondisi Energi Indonesia
Selama ini kita selalu yakin bahwa bangsa ini adalah bangsa yang kaya akan sumber daya alam. Di bidang energi, asumsi ini membawa kita pada pemahaman bahwa persediaan sumber daya minyak dan gas bumi di Indonesia masih sangat berlimpah. Namun sebetulnya jika kita menilik lebih jauh mengenai hal tersebut, sudah sepantasnya kita mulai menyingkirkan paradigma seperti itu. Karena pada kenyataannya  cadangan minyak di Indonesia diproyeksikan akan habis dalam kurun waktu 10-15 tahun.[4] Kita mungkin masih bisa berusaha mencoba mencari sumber energi lain di daerah-daerah yang selama ini belum banyak dieksplorasi, namun yang perlu diketahui bahwa teknologi yang dibutuhkan untuk itu tentu tidak mudah. Bahkan sistem penginderaan jauh menggunakan satelit saja tidak mampu mendeteksi cadangan minyak di dalam bumi. Padahal untuk jenis sumber energi geotermal kita bisa menggunakan teknologi tersebut.
Kesulitan yang dialami bangsa Indonesia untuk menemukan sumber-sumber energi baru, tidak dibarengi dengan upaya pembatasan jumlah konsumsi bahan bakar yang terus meningkat setiap tahunnya. Konsumsi BBM untuk transportasi misalnya naik menjadi 45,1 juta kiloliter (KL) di tahun 2012 dari 41,2 juta KL di tahun 2011.[5] Hal ini tentu tidak terlepas dari efek mudahnya akses masyarakat dalam mendapatkan kendaraan pribadi. Tidak pernah ada pembatasan yang jelas untuk mengatur jumlah kendaraan yang boleh dimiliki setiap warga negara di Indonesia. Seolah-olah polusi dan hilangnya aset energi jangka panjang dibiarkan saja menguap bersama asap-asap kendaraan bermotor.
Kajian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan impor BBM pada tahun 2030 diproyeksikan sebesar 71,8% dari total kebutuhan atau sekitar 2,5 kali lipat terhadap produksi BBM nasional. Dengan konsisi seperti ini, pemerintah telah menyiapkan empat skenario dalam memproyeksikan kebutuhan pembangunan kilang. Keempat skenario tersebut meliputi skenario dasar (BaU), skenario proyek, skenario upgrading dan skenario gabungan.
Skenario Dasar adalah skenario dengan mempertimbangkan kapasitas kilang saat ini (existing) tanpa melakukan penambahan kapasitas. Skenario Proyek adalah skenario dengan mempertimbangkan kilang existing dan kilang proyek (proyek Kilang Banten dan Kilang Tuban dengan kapasitas masing-masing 300 MBSD). Skenario Upgrading adalah skenario dengan mempertimbangkan kilang existing, kilang proyek (Kilang Banten dan Kilang Tuban) dan beberapa proyek kilang upgrading (Kilang Balikpapan sebesar 50 MBSD dan Kilang Cilacap sebesar 62 MBSD). Skenario Gabungan mempertimbangkan kapasitas kilang existing, pembangunan proyek Kilang Banten dan Tuban, proyek kilang upgrading (Kilang Balikpapan dan Kilang Cilacap) dan tambahan kilang minyak baru.[6]
Sayangnya keempat skenario tersebut saat ini masih belum menemukan pemeran terbaiknya. Maka tinggalah mereka sebatas kajian yang menunggu waktu untuk dieksekusi. Kita telah lama paham dan menemukan fakta bahwa negara ini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan energi minyaknya. Namun tetap saja hingga detik ini aktivitas ekspor minyak terus dijalankan. Anggapan bahwa kegiatan ekspor tersebut bisa meningkatkan jumlah pendapatan dalam negeri, adalah sebuah keuntungan yang semu.
Kita menjual minyak dalam negeri sementara kemudian kita juga mengimpor minyak dari luar negeri dengan harga yang lebih mahal. Tentu ini tidak dapat dikatakan sebagai bentuk keuntungan. Meskipun hal tersebut merugikan kondisi dalam negeri, kita tetap mempertahankan kegiatan ekspor minyak sampai saat ini. Alasannya, tentu karena kapasitas kilang dalam negeri yang tidak memadai. Disamping memang ada pihak-pihak tertentu yang sepertinya diuntungkan dengan praktek ekspor impor seperti ini. Memasuki masa krisis energi seperti saat ini, banyak pihak yang terus mendesar pemerintah untuk berbenah. Mulai dari usulan energi alternatif, pembatasan jumlah kendaraan, sampai pembangunan kilang baru terus disuarakan. Namun nampaknya benang kusut yang melilit sektor energi ini belum juga menemukan ujungnya.

Sinergisasi yang Belum Terbangun
Selama ini kita hanya saling tarik menarik argumen, memaksa satu sama lain untuk mengerti bahwa kesulitan ini sulit dibenahi. Pemerintah menarik rakyat dengan kebijakan yang justru membuat rakyat semakin menjauh, enggan mengikuti aturan yang dinilai menyengsarakan mereka. Sebaliknya rakyat menarik pemerintah untuk turun dalam tataran yang selama ini tidak tersentuh oleh kajian-kajian mereka, tataran nurani rakyat yang selama ini merindukan kepemimpinan yang lebih membumi.
 Dalam soal subsidi BBM, pemerintah menetapkan pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) bagi kalangan masyarakat yang dinilai pantas mendapatkan subsidi tersebut. Namun pada kenyataannya tidak sedikit uang-uang yang justru mengalir pada golongan orang-orang mampu. Ironi memang, namun begitulah ketika komunikasi tidak berjalan baik dari hulu ke hilir. Maksud pemberian bantuan yang dinilai tidak mendidik ini bukan saja terkesan bias, namun memang perlu dipertanyakan ulang.
Ketika rakyat menderita dalam krisis energi yang semakin buruk pemerintah justru menawarkan obat yang sifatnya hanya sementara dan justru membuat ketergantungan mereka semakin meningkat. Alih-alih membantu meringankan penderitaan rakyat, justru rakyat semakin dirugikan dengan beban hutang negara yang semakin besar jika kemudian dana BLSM tersebut diperoleh dengan cara berhutang. Di tengah pertumbuhan jumlah penduduk yang mencapai rata-rata 1,05% per tahun, kebutuhan akan energi tentu akan selalu berbanding lurus dengan kenaikan tersebut. Dan pantaskah pemerintah hanya berhenti pada usaha menaikan harga BBM dan menutup protes rakyat menggunakan BLSM ?
Di sisi lain dalam kondisi defisit minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri seperti saat ini, pantaskah kita hanya berhenti pada menyalahkan sistem pengelolaan yang sudah terjadi, sementara kita sampai detik ini masih menghidup kendaraan-kendaraan mewah di garasi dengan BBM bersubsidi ? Pengelolaan energi dalam negeri sampai detik ini masih membutuhkan banyak pembenahan. Tapi kerusakan sistem ini tidak hanya terjadi di hulu atau hilir. Oleh karena itu perlu reformasi kebijakan yang menyeluruh untuk menyelamatkan energi bangsa ini.

Langkah Strategis Menyikapi Kenaikan Harga
Sekarang ini, bukan lagi saatnya bagi kita untuk terus terjebak dalam analisis fenomena kenaikan harga minyak dunia. Lebih dari itu, seharusnya kita mulai memahami bahwa fenomena muncul dari sebuah akar masalah yang lebih dalam dan mungkin belum terjawab dengan kebijakan yang selama ini telah ditetapkan. Jika bisa menarik sebuah garis antara krisis yang terjadi dan kapasitas dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan, ada dua perkara yang membuat kedua hal tersebut memiliki gap yang semakin besar, yakni konsumsi BBM yang semakin tinggi dan kebijakan yang belum mampu membatasi hal tersebut.
Dengan logika sederhana, saya membuat dua kondisi yang sebetulnya bisa dipilih untuk diciptakan. Pertama jika konsumsi BBM terus meningkat, maka perlu ada kebijakan untuk membatasinya. Kedua jika tidak ada kebijakan yang mampu membatasinya, maka persiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan BBM yang semakin tinggi. Maka mari berbicara solusi pada dua tataran itu saja.
Saat ini menurut data terakhir Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), selama 2012, pertambahan terbanyak adalah mobil pribadi dan sepeda motor, masing-masing 12 persen.  Ada sekitar 94,229 juta unit [7] kendaraan di Indonesia yang setiap harinya berseliweran dengan menghabiskan jutaan kiloliter bahan bakar. Data Menteri ESDM juga mengatakan bahwa konsumsi bahan bakar minyak terbanyak berada di sektor transportasi. Oleh karena itu kondisi seperti ini seharusnya tidak terus dibiarkan. Perlu ada pembatasan yang dilakukan pemerintah agar penggunaan kendaraan bermotor bisa dikurangi. Jika jumlah kendaraan bermotor berkurang, maka secara otomatis kita bisa mengurangi jumlah BBM yang dikonsumsi. 
Sekarang, jika kita sudah mengerucutkan solusi dengan membatasi konsumsi energi lewat sektor transportasi, maka kita perlu juga menentukan siapa yang kemudian perlu menjadi objek pembatasan tersebut. Mengacu pada data BPS tahun 2011 tentang jumlah kendaraan bermotor, diketahui bahwa lebih dari 70% dari jumlah kendaraan yang ada merupakan kendaraan pribadi. Hal ini menandakan bahwa konsumsi BBM bersubsidi juga lebih banyak dinikmati oleh kendaraan pribadi. Oleh karena itu jika kemudian pemerintah bermaksud untuk menghemat dana APBN dengan menurunkan jumlah subsidi, semestinya pemerintah mampu membuat kebijakan pembatasan kendaraan pribadi guna menekan angka konsumsi BBM yang ada.
Namun yang perlu diperhatikan kembali adalah keberadaan alat pemenuhan kebutuhan tidak bisa dihilangkan jika tidak ada alat lain yang bisa menggantikannya. Oleh karena itu, jika pemerintah menginginkan cara yang lebih cepat untuk menyelamatkan kondisi APBN, pemerintah bisa memulainya dengan membatasi penggunaan BBM bersubsidi oleh kendaraan plat hitam, atau dalam hal ini mobil pribadi. Karena jika terus berkutat pada solusi menaikan harga, kita tidak sama saja membiarkan pemerintah berhenti pada usahanya yang belum maksimal. Dan yang perlu diingat pula, menaikan harga BBM adalah solusi tercepat untuk menyelamatkan APBN, dan dalam waktu yang sama adalah solusi tercepat untuk menumbuhkan jumlah rakyat miskin dan kesengsaraan rakyat. Dan kita masih terjebak pada paham ‘instanisme’.

Nisa Vidya Yuniarti
Geografi FMIPA UI 2011


[4] Kajian Tim Energi Bangsa BEM se-UI 2013
[6] Kementrian ESDM, Ringkasan Eksekutif Kajian Pengembangan Kilang di Indonesia ke Depan