Showing posts with label penelitian. Show all posts
Showing posts with label penelitian. Show all posts
Wednesday, 2 October 2013
Sunday, 22 September 2013
Panduan PKM 2013
4:51 am
2013, dikti, fmipa, geografi, Karsa Cipta, Kewirausahaan, kuliah, mahasiswa, penelitian, Pengabdian Masyarakat, pimnas, PKM, Proposal, Skripsi, teknologi, ui
No comments
Berikut link download Panduan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2013. Semoga bermanfaat.
http://www.4shared.com/office/PFperyfk/Panduan-PKM-Tahun-2013.html
http://www.4shared.com/office/PFperyfk/Panduan-PKM-Tahun-2013.html
Wednesday, 28 August 2013
Sedikit tentang Maba dan Program Kreativitas Mahasiswa
4:37 am
alur PPAA, dikti, fmipa, geografi, karya tulis, maba, menulis, pendidikan, penelitian, pengabdian, PKM, ui, wajib
1 comment
Hampir semua Maba UI pada awal masuknya akan diperkenalkan dengan
namanya Program Kreativitas Mahasiswa. Apasih PKM itu? Wajibkah bagi mahassiwa
baru? Kenapa harus bikin PKM? Nah, kali ini PLATO akan share sebuah tulisan
tentang maba dan PKM. Selamat menyimak.
PKM dan Tujuannya
PKM
merupakan salah satu upaya yang dilakukan Direktorat Penelitian dan
Pengabdiankepada Masyarakat (DITLITABMAS) Ditjen Dikti untuk meningkatkan mutu
peserta didik(mahasiswa) di perguruan tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat
yang memilikikemampuan akademis dan/atau profesional yang dapat menerapkan,
mengembangkandan meyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian
serta memperkayabudaya nasional. PKM dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001,
yaitu setelah dilaksanakannyaprogram restrukturisasi di lingkungan Ditjen
Dikti. Kegiatan pendidikan, penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat yang selama ini sarat dengan partisipasi aktif
mahasiswa,diintegrasikan ke dalam satu wahana yaitu PKM. PKM dikembangkan untuk mengantarkan mahasiswa mencapai taraf
pencerahan kreativitasdan inovasi berlandaskan penguasaan sains dan teknologi
serta keimanan yang tinggi. Dalamrangka mempersiapkan diri menjadi pemimpin
yang cendekiawan, wirausahawan serta berjiwa mandiri dan arif, mahasiswa diberi
peluang untuk mengimplementasikan kemampuan, keahlian, sikap tanggungjawab, membangun kerjasama tim maupun
mengembangkan kemandirian
melalui kegiatan yang kreatif dalam bidang ilmu yang ditekuni.
Jenis-jenis PKM
Jenis PKM
|
Penjelasan Umum
|
PKM-P
(Penelitian) |
merupakan program penelitian yang bertujuan
antara lain: untuk mengidentifikasi faktor penentu mutu produk, menemukan
hubungan sebab-akibat antara dua atau lebih faktor, menguji cobakan sebuah bentuk
atau peralatan, merumuskan metode pembelajaran, melakukan inventarisasi
sumber daya, memodifikasi produk eksisting, mengidentifikasi senyawa kimia di
dalam tanaman, menguji khasiat ekstrak tanaman, merumuskan teknik pemasaran,
survei kesehatan anak jalanan, metode pembelajaran aksara Bali di siswa sekolah
dasar, laju pertumbuhan ekonomi di sentra kerajinan Kasongan, faktor penyebab
tahayul yang mewarnai perilaku masyarakat Jawa dan lain lain kegiatan yang
memiliki tujuan semacam itu.
|
PKM-K
(Kewirausahaan) |
merupakan program pengembangan ketrampilan
mahasiswa dalam berwirausaha dan berorientasi pada profit. Komoditas usaha
yang dihasilkan dapat berupa barang atau jasa yang selanjutnya merupakansalah
satu modal dasar mahasiswa berwirausaha dan memasuki pasar. Jadi pemeran
utama berwirausaha dalam hal ini adalah mahasiswa, bukan masyarakat, ataupun
mitra lainnya.
|
PKM-M
(Pengabdian Masyarakat) |
merupakan program bantuan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni dalam upaya peningkatan kinerja, membangun keterampilan
usaha, penataan dan perbaikan lingkungan, penguatan kelembagaan masyarakat,
sosialisasi penggunaan obat secara rasional, pengenalan dan pemahaman aspek
hukum adat, upaya penyembuhan buta aksara dan lain-lain bagi masyarakat baik
formal maupun non-formal, yang sementara ini dinilai kurang produktif.
Disyaratkan dalam usulan program ini adanya komitmen bekerjasama secara
tertulis dari komponen masyarakat yang akan dibantu/menjadi khalayak sasaran.
|
PKM-T
(Penerapan Teknologi) |
merupakan program bantuan teknologi (mutu
bahan baku, prototipe, model, peralatan atau proses produksi, pengolahan
limbah, sistem jaminan mutu dan lain-lain) atau manajemen (pemasaran,
pembukuan, status usaha dan lain-lain) atau lainnya bagi industri berskala
mikro atau kecil (industri rumahan, pedagang kecil atau koperasi) dan
menengah yang menyangkut kepentingan masyarakat luas dan sesuai dengan
kebutuhan calon mitra program. Mitra program yang dimaksud dalam hal ini
adalah kelompok masyarakat yang dinilai produktif. PKM-T mewajibkan mahasiswa
bertukar pikiran dengan mitra terlebih dahulu, karena produk PKM-T merupakan
solusi atas persoalan prioritas mitra. Dengan demikian, di dalam usul program
harus dilampirkan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama dari Mitra.
|
PKM-KC
(Karsa Cipta) |
merupakan program penciptaan yang didasari
atas karsa dan nalar mahasiswa, bersifat konstruktif serta menghasilkan suatu
sistem, desain, model/barang atau prototipe dan sejenisnya. Karya cipta
tersebut mungkin belum memberikan nilai kemanfaatan langsung bagi pihak lain.
|
PKM-AI
(Artikel Ilmiah) |
merupakan program penulisan artikel ilmiah
yang bersumber dari suatu kegiatan mahasiswa dalam bidang pendidikan,
penelitian atau pengabdiankepada masyarakat yang telah dilakukannya sendiri
(misalnya studi kasus, praktek lapang, KKN, PKM, magang, dan lain-lain).
|
PKM-GT
(Gagasan Tertulis) |
merupakan program penulisan artikel ilmiah
yang bersumber dari ide atau gagasan kelompok mahasiswa. Gagasan yang
dituliskan mengacu kepada isu aktual yang ada di masyarakat dan memerlukan
solusi hasil karya pikir yang cerdas dan realistik.
|
Apa itu PIMNAS?
PIMNAS
merupakan singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Sesuai namanya,
PIMNAS adalah ajang kompetisi berskala nasional dimana para mahasiswa dari
seluruh universitas di Indonesia unjuk kemampuan intelektual dan kreativitas
dalam bentuk pembuatan PKM.
Performa UI di PIMNAS
Sangat
disayangkan, kontribusi UI di PIMNAS sangat rendah. Pada PIMNAS sebelumnya,
kontingen UI di PIMNAS sangat kalah jumlah dibandingkan dengan kontingen dari
universitas-universitas lain. Tak hanya itu, UI juga belum pernah menjuarai
kompetisi yang sangat bergengsi ini. Hal ini mengindikasi rendahnya minat
mahasiswa UI untuk menuangkan kemampuan intelektual dan kreativitasnya dalam
bentuk karya ilmiah.
Kebijakan alur PPAA
Kewajiban
untuk membuat PKM bagi mahasiswa baru (PKM maba) di FMIPA UI telah menjadi
agenda tahunan semenjak tahun 2011 hingga sekarang. PKM maba yang menjadi salah
satu bagian dari alur PPAA FMIPA UI juga berpengaruh pada PPAA tingkat
departemen, khususnya di departemen Geografi. PPAA di Geografi dikenal dengan
sebutan SIG (Studium Internal Geografi). (af)
Tuesday, 9 April 2013
Teknologi Modifikasi Cuaca
6:10 pm
banjir, cuaca, geografi, hujan, iklim, indonesia, inovasi, jakarta, klimatologi, meteorologi, modifikasi, penelitian, penemuan, teknologi
No comments
Teknologi modifikasi cuaca (TMC) adalah upaya meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan, yakni dengan cara melakukan penyemaian awan (cloud seeding) menggunakan bahan-bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air), sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan.
Prinsip awal teknik ini ditemukan Vincent Schaefer pada tahun 1946 yang terinspirasi dari Irving Langmuir, yang lalu disempurnakan oleh Bernard Vonnegut. Sementara di Indonesia TMC pertama kali dikaji dan diuji pada tahun 1977 atas gagasan Presiden Soeharto (Presiden RI saat itu) yang difasilitasi oleh Prof.Dr.Ing. BJ dibawah asistensi Prof.Devakul dari Royal Rainmaking Thailand.
Umumnya teknik ini digunakan untuk mendatangkan hujan di daerah yang tengah dilanda kekeringan. Namun TMC juga dapat dilakukan untuk mencegah banjir di wilayah dengan curah hujan tinggi. Hal inilah yang menjadi tujuan penggunaan TMC untuk Jakarta. Garam disebar di Selat Sunda, di Serang, Pandeglang, atau di Laut Jawa, sehingga awan yang ada langsung dipaksa menjadi hujan di wilayah tersebut. Hal ini membuat hujan tidak terjadi di Jakarta, dan banjir pun bisa dihindari.
TMC pertama dilaksanakan pada 26 Januari – 25 Maret 2013. Hujan diturunkan lebih dahulu di Pandeglang, dan Jakarta terhindar dari hujan deras. Garam yang digunakan adalah Perak Iodida, dibawa sebanyak 3000 karung seberat 4 ton oleh pesawat Hercules C-130 TNI-AU dan CASA 212-200. Untuk sekali operasi biaya yang dihabiskan adalah sekitar 13 milyar rupiah. Selain menggunakan pesawat, modifikasi cuaca juga dapat dilakukan dengan menggunakan flare (roket) yang menembakkan garam ke awan.
Namun penggunaan TMC ini bukan tanpa resiko. Daerah di sekitar Jakarta, yang tidak banjir walaupun hujan lebat, akan ikut serta mengalami penurunan curah hujan. Selain itu, daerah yang menjadi tujuan diturunkan hujan mengalami peningkatan curah hujan dan berisiko terjadi banjir, seperti wilayah Serang, Banten. Jika diturunkan di tengah laut, terdapat potensi rob. Selain itu ada yang berpendapat TMC dapat mengganggu keseimbangan ekologi. Bagaimanapun, bila terdapat pengorbanan yang dibutuhkan, selama tidak terlalu ekstrem, tetap dibutuhkan karena dilakukan demi melindungi Ibu Kota Negara dari bencana. Jika Jakarta lumpuh, maka dampaknya akan terasa hingga penjuru negeri.
TMC memang terbukti sukses mencegah hujan deras di Jakarta, dan dampak negatif yang mungkin ada baru sebatas asumsi, namun alangkah baiknya bila dana melakukan TMC ini, yang mencapai 13 milyar sekali operasi ini digunakan untuk pembangunan waduk atau kanal. Bagaimanapun juga, TMC ini hanyalah langkah jangka pendek yang harus dilakukan terus menerus. Mungkin saat ini kita merasa biaya 13 milyar termasuk murah bila dibandingkan pembuatan waduk yang mencapai triliunan rupiah. Namun sampai kapan? Akan tiba masanya ketika biaya yang digunakan untuk TMC melewati biaya untuk pembangunan waduk. TMC memang berguna, namun sebaiknya dilaksanakan hanya ketika potensi hujan terlalu besar sehingga waduk yang telah dibuat tetap tidak akan mampu menampungnya - ST
------------------------------
[1] "Ini Syarat Agar Modifikasi Hujan Berhasil" http://www.tempo.co/read/news/2013/01/27/083457154/Ini-Syarat-agar-Modifikasi-Hujan-Jakarta-Berhasil
[2] "Berhasil, Rekayasa Kurangu Curah Hujan di Jakarta" http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/386366-berhasil--rekayasa-kurangi-curah-hujan-di-jakarta
[3] "Atasi Banjir Jakarta, BNPB dan BPPT Gelar Modifikasi Cuaca" http://bnpb.go.id/news/read/1228/bnpb-dan-bppt-gelar-operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-untuk-atasi-banjir-jakarta
[4] "Antisipasi Banjir dan TMC" http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/teknologi-modifikasi-cuaca/
[5] Kajian Kelompok Studi Geografi UI : Teknologi Modifikasi Cuaca di Jakarta; pada Senin, 3 April 2013
------------------------------
[1] "Ini Syarat Agar Modifikasi Hujan Berhasil" http://www.tempo.co/read/news/2013/01/27/083457154/Ini-Syarat-agar-Modifikasi-Hujan-Jakarta-Berhasil
[2] "Berhasil, Rekayasa Kurangu Curah Hujan di Jakarta" http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/386366-berhasil--rekayasa-kurangi-curah-hujan-di-jakarta
[3] "Atasi Banjir Jakarta, BNPB dan BPPT Gelar Modifikasi Cuaca" http://bnpb.go.id/news/read/1228/bnpb-dan-bppt-gelar-operasi-teknologi-modifikasi-cuaca-untuk-atasi-banjir-jakarta
[4] "Antisipasi Banjir dan TMC" http://bebasbanjir2025.wordpress.com/teknologi-pengendalian-banjir/teknologi-modifikasi-cuaca/
[5] Kajian Kelompok Studi Geografi UI : Teknologi Modifikasi Cuaca di Jakarta; pada Senin, 3 April 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)










