This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Tuesday, 23 April 2013

Bukittinggi, Tujuan Berliburmu di Liburan Semester Ini!

Selamat datang lagi di blog PLATO ya teman-teman. Kali ini kami akan membahas salah satu kota yang sangat terkenal dengan berbagai objek pariwisatanya. Ya, kota tersebut adalah Bukittinggi. Sebagian besar dari kalian pasti sudah pernah mengenalnya bukan? Bukittinggi merupakan salah satu kota paling bersejarah di Indonesia. Bagaimana tidak, kota ini pernah menjadi ibukota negara kita pada tahun 1948. Selain itu, salah satu tokoh proklamator kita yaitu Bung Hatta, juga berasal dari kota ini.

Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatera, dan dikelilingi oleh dua gunung berapi yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Kota ini berada pada ketinggian 909–941 meter di atas permukaan laut, dan memiliki hawa cukup sejuk dengan suhu berkisar antara 16.1–24.9 °C. Sementara itu, dari total luas wilayah kota Bukittinggi saat ini (25,24 km²), 82.8% telah diperuntukan menjadi lahan budidaya, sedangkan sisanya merupakan hutan lindung.
Kota ini memiliki topografi berbukit-bukit dan berlembah, beberapa bukit tersebut tersebar dalam wilayah perkotaan, di antaranya Bukit Ambacang, Bukit Tambun Tulang, Bukit Mandiangin, Bukit Campago, Bukit Kubangankabau, Bukit Pinang Nan Sabatang, Bukit Canggang, Bukit Paninjauan dan sebagainya. Selain itu, terdapat lembah yang dikenal dengan Ngarai Sianok dengan kedalaman yang bervariasi antara 75–110 m, yang di dasarnya mengalir sebuah sungai yang disebut dengan Batang Masang.
Oh iya, salah satu hal menarik dari Bukittinggi adalah ternyata kota ini bersaudara (sister city) dengan Seremban di Negeri Sembilan Malaysia. Rasa-rasanya belum lengkap kalau kita belum membahas objek-objek wisata apa saja yang terletak di kota Bukittinggi ini. Nah, kira-kira apa saja ya? silakan simak tulisan kami kali ini :)


1. Jam Gadang 

Jam Gadang adalah landmark kota Bukittinggi dan provinsi Sumatra Barat di Indonesia. Simbol khas Sumatera Barat ini pun memiliki cerita dan keunikan karena usianya yang sudah puluhan tahun. Jam Gadang dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh. Peletakan batu pertama jam ini dilakukan putra pertama Rook Maker yang saat itu masih berumur 6 tahun. Jam ini merupakan hadiah dari Ratu Belanda kepada Controleur (Sekretaris Kota).

2. Janjang Ampek Puluah

Jenjang ini dibangun pada tahun 1908 yang pada awalnya merupakan sebagai penghubung antara Pasar Atas dengan Pasar Bawah. Sebagai salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi, jenjang ini telah memberikan inspirasi kepada pencipta lagu Minang Syahrul Tarun Yusuf dengan judul lagu "Andam Oi".

3. Lubang Jepang

Lubang ini sebenarnya lebih tepat disebut terowongan (bunker) Jepang. Dibangun tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan tentara Jepang dalam PD II dan perang Asia Timur Raya (Dai Tora Senso) atas perintah pemerintah militer Angkatan Darat Jepang (Tentara Kedua Puluh Lima) untuk Sumatera berkedudukan di Bukittinggi dengan Komandan Tentara Pertahanan Sumatera Jend. Watanabe. Terakhir komandemen militer se Sumatera dipimpin oleh Seiko Seikikan Kakka yaitu Jend. Kabayashi, Walikota terakhir Sito Ichori. Bukittinggi dengan nama Shi Yaku Sho meliputi Kurai Limo Jorong dan juga mencakup Ngarai Sianok, Gaduik, Kapau, Ampang Gadang, Batutaba dan Bukit Batabuah. Lubang Jepang memiliki panjang sekitar 1400 m dan lebar ± 2 m. Kita dapat masuk ke Lubang Jepang ini dan dengan menelusurinya kita akan merasakan sensasi yang sangat unik. Didalamnya terdapat ruang makan, ruang minum, ruang penyiksaan, dapur dan ruang persenjataan. Pintu masuk Lubang Jepang ini terdapat dibeberapa tempat seperti  di tepi Ngarai Sianok, Taman Panorama, dan disamping Istana Bung Hatta atau Tri Arga.

4. Ngarai Sianok

Ngarai Sianok atau Lembah Pendiang merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur. Didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Keindahan alam Ngarai Sianok mempesona, sering dijadikan bahan imajinasi para pelukis dan diabadikan oleh para wisatawan untuk diambil foto-fotonya. Ngarai Sianok terletak di pusat Kota Bukittinggi dengan panjang ± 15 km, kedalaman ± 100 m dan lebar sekitar 200 m. Pada zaman penjajahan Belanda Ngarai Sianok dikenal sebagai Kerbau Sanget karena didasar ngarai terdapat banyak kerbau liar.

5. Benteng Fort De Kock

Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Markus De Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock. Benteng yang terletak di atas Bukit Jirek ini digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya perang Paderi pada tahun 1821-1837. Disekitar benteng masih terdapat meriam-meriam kuno periode abad ke 19. Dari lokasi wisata ini kita dapat menikmati Kota Bukittinggi dan daerah sekitarnya.

6. Istana Bung Hatta

Terkenal dengan sebutan Gedung Negara Tri Arga, terletak di pusat Kota Bukittinggi tepatnya di depan taman Jam Gadang. Pada zaman penjajahan Jepang gedung ini dijadikan tempat kediaman Panglima Pertahanan Jepang (Seiko Seikikan Kakka) dan pada zaman revolusi fisik tahun 1946 menjadi Istana Wakil Presiden RI Pertama Drs. Mohammad Hatta. Sekarang gedung ini digunakan sebagai tempat seminar, lokakarya dan pertemuan tingkat nasional dan regional yang representatif serta sebagai rumah tamu negara bila berkunjung ke Bukittinggi. Arsitektur bangunan ini berciri kolonial, dengan kamar-kamar yang luas berjumlah 8 buah tetapi sekarang ditambah 12 buah.

7. Janjang Saribu

Jenjang 1000 merupakan objek wisata yang masih alami, berliku-liku menelusuri celah-celah tebing. Jenjang 1000 ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengambil air minum ke lembah Ngarai Sianok, disamping untuk berolah raga jalan kaki dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang angun dan mempesona. Pada tempat wisata ini tersedia tempat peristirahatan (kopel) WC, kolam pancing, lokasi camping serta lapangan parkir yang luas. Disamping itu kita menyaksikan perilaku binatang liar seperti kera yang berkeliaran sambil bermain dan melompat dari dahan ke dahan dan burung-burung berkicau bernyanyi menghibur para pengunjung.

8. Jembatan Limpapeh

Sebagai penghubung antara Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan dengan Benteng Fort De Kock maka terdapat sebuah Jembatan yang bernama Jembatan Limpapeh yang dibangun dengan konstruksi beton dengan arsitektur atap yang berbentuk gonjong khas rumah adat MinangKabau. Jembatan ini berdiri di atas Jalan A. Yani dan dari sini kita dapat menyaksikan keindahan alam Bukittinggi dan keramaian Jalan A. Yani.

Nah teman-teman, bagaimana? sangat menarik bukan? Tentunya masih banyak lagi objek wisata yang dapat kalian kunjungi di Bukittinggi. Oh iya, untuk kalian yang ingin berkunjung ke Bukittinggi, kalian bisa menggunakan pesawat terbang tujuan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan kode penerbangan PDG di Pariaman, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan taksi ataupun travel. Bisa juga menggunakan bus antarkota antarprovinsi (dari Jakarta atau Bandung), biasanya langsung sampai kota Bukittinggi loh. Selamat liburan :) -af

_________________________________________________________________________________
sumber referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Bukittinggi
http://www.bukittinggiwisata.com/v17/

Sunday, 31 March 2013

Mengenal lebih dekat : Brunei Darussalam




               Brunei Darussalam, negara tetangga yang jarang mendapat perhatian. Banyak diantara kita yang tidak begitu mengenal negara yang masih berbagi pulau yang sama dengan Indonesia, di Kalimantan. Mari saya perkenalkan anda dengan Brunei Darussalam, negara terkaya ke-5 di dunia dilihat dari GDP (Gross domestic product) per capita.

                Brunei didirikan oleh Awang Alak Betatar, yang ketika menemukan muara sungai Brunei, berkata “Baru nah!” yang berubah menjadi Barunai, dan kemudian menjadi Brunei. Selain itu kata “Barunai” juga berasal dari bahasa Sanskerta “Varun” yang berarti laut. Sementara “Darussalam” mempunyai arti “negeri sejahtera”.

                Brunei adalah negara berbentuk kesultanan, yang saat ini dipimpin Sultan Hassanal Bolkiah. Falsafah negara Brunei adalah Melayu Islam Beraja (MIB). Melayu sebagai akar budaya bangsa, islam sebagai agama negara dan panduan masyarakat Brunei, dan beraja (kerajaan) sebagai sistem negara dan pemerintahan di Brunei.

                Brunei memiliki 4 distrik; Brunei-Muara, Tutong, Belait di sebelah barat; dan Temburong di sebelah timur. Kedua bagian Brunei ini dipisahkan oleh Limbang yang merupakan wilayah Sarawak, Malaysia. Setiap distrik dibagi ke dalam “mukim”, yang berjumlah 38 mukim di seluruh distrik. Dan setiap mukim terdiri dari kampong-kampong. Ibukota Brunei adalah Bandar Sri Begawan, dengan Seria sebagai kota penting lain. Seria merupakan tempat pertama ditemukannya minyak pada 1929 dan menjadi kota pusat minyak di Brunei, sekaligus lokasi pasukan Inggris di Brunei

                Kesultanan Brunei merupakan negara bekas jajahan Inggris yang tergabung dalam Commonwealth. Hubungan luar negeri Brunei terbina baik dengan Filipina dalam bidang pertanian, dan dengan Singapura dalam bidang ekonomi dan militer. Sementara itu, Brunei telah bekerja sama dengan Indonesia dalam bidang perikanan dan kelautan, dan pendidikan diplomasi. Dalam bidang perdagangan, Indonesia mengekspor barang-barang umum, mulai dari tekstil, mie instan, rokok, hingga suku cadang kendaraan bermotor. Sementara Brunei mengekspor minyak dan mesin-mesin, dengan nilai ekspor Brunei ke Indonesia B$ 859.940.000 dan nilai ekspor Indonesia ke Brunei B$ 69.020.000.

                Terdapat sekitar 53.000 tenaga kerja Indonesia di Brunei,yang bekerja sebagai teknisi, dosen, guru agama, dan lain-lain. Di bidang militer Indonesia telah beberapa kali melakukan latihan bersama dengan sandi “Elang Brunesia” untuk Angkatan Udara dan “Helang Laut” pada Angkatan Laut. Pada tahun 2011 Indonesia juga mendapat hibah 2 unit kapal dari Brunei yang sekarang menjadi KRI Badau dan KRI Salawaku. Terakhir, film panjang pertama Brunei berjudul “Yasmine : The Final Fist” diperankan beberapa artis dari Indonesia, seperti Reza Rahardian dan Maharasyi. - ST